Banyak orang mengira rumah hanyalah tempat untuk pulang setelah bekerja. Selama lokasinya strategis, bangunannya nyaman, dan harganya sesuai anggaran, rasanya sudah cukup untuk dijadikan tempat tinggal.
Namun, cara berpikir seperti itu sangat berbeda dengan para miliarder dunia. Sebelum membeli sebuah rumah, mereka justru memperhatikan sesuatu yang sering diabaikan kebanyakan orang, yaitu kondisi landscape di sekitarnya.
Salah satu contoh yang paling menarik adalah Li Ka-Shing. Selama puluhan tahun ia dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Hong Kong.
Faktanya, rumah yang dipilihnya ternyata mengikuti prinsip Imperial Feng Shui yang sangat presisi. Jadi, bukan hanya sekadar karena pemandangan atau nilai propertinya.
Banyak Orang Salah Paham
Ketika mendengar kata feng shui, sebagian besar orang langsung membayangkan warna dinding, posisi pintu utama, letak meja kerja, atau arah tempat tidur. Padahal, semua itu hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan sistem feng shui.
Dalam Imperial Feng Shui, hal pertama yang dianalisis justru bukan isi rumah. Yang diperiksa terlebih dahulu adalah lingkungan di luar bangunan, mulai dari bentuk lahan, arah jalan, aliran air, hingga kondisi pegunungan di sekitarnya.
Alasannya sederhana. Interior rumah masih bisa diubah kapan saja, sedangkan landscape di sekitar rumah hampir tidak mungkin diubah oleh pemiliknya. Alasan itulah kualitas lingkungan menjadi fondasi sebelum membahas penataan ruangan.
Inilah yang membedakan cara berpikir para praktisi Imperial Feng Shui dengan kebanyakan orang. Mereka selalu memulai analisis dari luar rumah, kemudian baru masuk ke bagian dalam setelah fondasinya dinilai sudah tepat.
Saya juga menjelaskan pembahasan ini secara lengkap melalui video YouTube beserta visual lokasi rumah dan ilustrasinya. Anda bisa menonton video tersebut sembari membaca artikel ini agar setiap konsep menjadi jauh lebih mudah dipahami.
Rahasianya Ada di Luar Rumah
Dalam Imperial Feng Shui, bagian luar rumah dikenal sebagai External Landform. Konsep ini mempelajari bagaimana kondisi alam dan lingkungan memengaruhi kualitas energi yang masuk ke dalam sebuah properti.
Yang dievaluasi bukan hanya ada atau tidaknya gunung maupun sungai. Bentuk tanah, arah jalan, posisi bangunan di sekitarnya, hingga kontur landscape menjadi bagian penting yang harus dianalisis secara menyeluruh.
Karena itulah para miliarder sering kali memilih lokasi rumah terlebih dahulu sebelum memikirkan desain interior. Mereka memahami bahwa rumah dengan landscape yang tepat akan memiliki fondasi yang jauh lebih baik dibanding rumah mewah yang berdiri di lokasi yang kurang mendukung.
Prinsip ini sudah digunakan selama berabad-abad oleh keluarga kerajaan Tiongkok. Hingga sekarang, konsep yang sama masih menjadi dasar dalam praktik Imperial Feng Shui ketika mengevaluasi sebuah properti.
Li Ka-Shing Tidak Memilih Secara Acak
Li Ka-Shing dikenal sebagai salah satu investor paling sukses di Asia. Ia menjadi investor awal di Facebook, Zoom, dan berbagai perusahaan besar lainnya jauh sebelum nilainya melonjak seperti sekarang.
Yang menarik, rumah pribadinya bukan berada di kawasan yang paling populer di Hong Kong. Ia memilih kawasan Deep Water Bay karena memiliki konfigurasi landscape yang memenuhi berbagai prinsip Imperial Feng Shui, sesuatu yang tidak dimiliki oleh semua lokasi premium.
Bagi Li Ka-Shing, rumah bukan sekadar aset atau simbol kemewahan. Rumah adalah tempat yang akan mendukung keputusan, peluang, dan perjalanan hidup dalam jangka panjang, sehingga pemilihannya dilakukan dengan pertimbangan yang sangat matang.
Inilah alasan mengapa rumahnya masih sering dijadikan studi kasus dalam dunia Imperial Feng Shui. Bukan karena ukuran atau kemewahannya, melainkan karena hampir setiap elemen landscape di sekitarnya menunjukkan prinsip yang dipelajari oleh para master selama ratusan tahun.

Leave a Reply